
- Tanyakan Perkembangan Penyelidikan Pembakaran Rumahnya
Makassar, Tribun - Dosen Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Hasrullah bersama puluhan mahasiswa Universitas Hasanuddin mendatangi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Jl Perintis Kemerdekaan Km 14, Makassar, Rabu (27/10/2010).
Kedatangan mereka yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan dan Pembakaran Intelektual Unhas itu awalnya dikira hendak demo. Namun Hasrullah dan Eki, perwakilan mahasiswa, menegaskan kehadiran mereka hanya silaturahmi sekaligus hendak mengetahui perkembangan penyelidikan kasus dugaan pembakaran rumah Hasrullah.
Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi 6 Maret lalu. Hingga kemarin, kasus ini belum jelas perkembangannya.
Awalnya, Hasrullah dan rombongan bermaksud menanyakan langsung hal itu ke Kapolda Sulsel Irjen Polisi Johny Waenal Usman. Namun Johny dan beberapa pejabat utama Polda Sulsel sedang berada di Jakarta dalam rangka serah terima jabatan Kapolri.
Hasrullah dan perwakilan rombongan pun diterima Wakil Direktur Direskrim Polda AKBP Azis Djamaluddin dan beberapa stafnya. Pertemuan yang berlangsung di gedung reskrim itu, Azis mengungkapkan bahwa kasus tersebut sebenarnya masih di tingkat polres.
Pekan Depan
"Jadi sebenarnya belum ditangani polda. Kendati demikian, aspirasi Pak Hasrullah dan adik-adik mahasiswa kami sambut positif dan akan meminta penjelasan dari penyidik kasus tersebut," ujar Azis.
Azis berjanji, pihaknya akan menggelar perkara tersebut pekan depan. Gelar perkara ini melibatkan tim penyidik dari Polrestabes Makassar dan menghadirkan Hasrullah sebagai korban dan perwakilan mahasiswa Unhas. "Pada gelar perkara itu, kita akan tahu posisi kasusnya sejauh mana," kata Azis. (jum)
Mahasiswa: Kami Takut Nantinya Kritis
Dalam aspirasinya, mahasiswa meminta polisi agar kasus dugaan pembakaran rumah Hasrullah segera diungkap. Apalagi, pembakaran rumah Hasrullah di Kompleks Dosen Unhas, Tamalanrea, Makassar, itu diduga bermotif teror yang dilakukan orang yang tak senang dengan sikapnya yang kritis terhadap pemerintah.
"Sebagai mahasiswa, tentu kami berharap pengungkapan kasus ini merupakan bagian sikap polisi melindungi seluruh warganya. Sebab jika pelakunya tak ditangkap, kami nantinya juga takut bersikap kritis," ujar Eki, salah seorang mahasiswa Unhas, kepada AKPB Azis Djamaluddin di Polda Sulsel, Rabu (27/10/2010). (jum)
Catatan: Tulisan di atas diterbitkan di Tribun Timur edisi 28 Oktober 2010
Komentar
Posting Komentar