![]() |
Rombongan Fam Trip Garuda menggunakan speadboat milik Disbudpar Raja Ampat, Sabtu (23/11/2013). |
BERWISATA di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua
Barat, harus menyiapkan dana yang tak sedikit.
Apalagi jika Anda ingin
berkunjung ke beberapa spot penyelaman untuk menikmati keindahan bawah laut di Raja Ampat.
Sebab untuk mengunjungi beberapa lokasi penyelaman atau melihat dari dekat gugusan pulau di Raja Ampat, kita harus menggunakan speadboat.
Sewanya bervariasi, tergantung kapasitas muat speadboat. Untuk speadboat dengan kapasitas maksimal delapan orang, sewanya mulai Rp 6 juta sehari untuk sekali trip.
Jika ingin speadboat kapasitas 20 orang dan bisa leluasa menyusuri lebih banyak pulau-pulau di Raja Ampat, ada speadboat yang bisa disewa sehari Rp 20 juta.
Itu belum termasuk biaya menyelam. Karena harus
sewa peralatan selam lagi jika Anda ingin menyelam.
"Biaya transportasi laut di Raja Ampat memang mahal. Karena bahan bakarnya juga mahal," ujar
Saka (40 tahun), Sabtu (23/11/2013).
Saka adalah pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja
Ampat.
Ia sekaligus nakhoda speadboat yang mengantar rombongan Fam Trip Garuda Indonesia mengunjungi sejumlah pulau yang kerap dikunjungi
wisatawan di Raja Ampat.
Saka adalah pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja
Ampat.
Ia sekaligus nakhoda speadboat yang mengantar rombongan Fam Trip Garuda Indonesia mengunjungi sejumlah pulau yang kerap dikunjungi
wisatawan di Raja Ampat.
Rombongan Fam Trip Garuda terdiri atas Vice President GIA Eastern
Area Of Indonesia, Rosyinah Manaf.
Lainnya adalah para pengusaha travel
dan jurnalis dari beberapa kota besar di Indonesia yakni Jakarta,
Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.
Saka (40), pengemudi speadboat milik Disbudpar Raja Ampat. |
Menurut Saka, untuk speadboat yang dikemudinya sehari trip harus
disediakan lima drum bensin. Harga satu drum bensin di Raja Ampat yakni
Rp 2,5 juta.
"Jadi kalau lima drum, harganya Rp 12,5 juta. Belum lagi bayar upah ABK. Jadi harga Rp 20 juta, sudah wajar di sini," ujar lulusan STM Kota Sorong ini.
Ia menambahkan, modal untuk investasi speadboat yang dikemudinya pun tak murah.
Speadboat berkapasitas 20 orang ini dibeli seharga lebih Rp 1 miliar.
"Speadboat ini merupakan buatan Maraton yang diproduksi di Tangerang," kata lelaki kelahiran Biak ini. (jumadi mappanganro)
"Jadi kalau lima drum, harganya Rp 12,5 juta. Belum lagi bayar upah ABK. Jadi harga Rp 20 juta, sudah wajar di sini," ujar lulusan STM Kota Sorong ini.
Ia menambahkan, modal untuk investasi speadboat yang dikemudinya pun tak murah.
Speadboat berkapasitas 20 orang ini dibeli seharga lebih Rp 1 miliar.
"Speadboat ini merupakan buatan Maraton yang diproduksi di Tangerang," kata lelaki kelahiran Biak ini. (jumadi mappanganro)
Komentar
Posting Komentar