DIA sedang duduk santai sembari ngopi saat kami menyambanginya di Rumah Kopi Tanjung Batu, Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu sore, 29 Juli 2026. Langit di atas laut Manado terlihat mulai berwarna orange.
Sosok yang kami temui kali ini adalah ahli bedah Rumah Sakit ODSK milik Pemerintah Provinsi Sulut. Namanya dr Jeff Lapian, Sp.B.
Dia satu di antara tim medis yang berhasil melakukan operasi tumor usus besar yang dialami pasien RS ODSK. Operasi itu adalah momentum bersejarah bagi RS ODSK.
Sebab itulah kali pertama operasi tumor dilakukan di RS ODSK sejak gedung berlantai 11 itu grand opening 23 April 2022.
Pertemuan kami dengan Jeff Lapian dalam rangka pembuatan video program Saksi Kata, acara yang mendengar kesaksian narasumber utama di balik peristiwa.
Selain saya, dari Tribun Manado turut gabung Handhika Dawangi, David Kusumah, Maximus S Geneva, Ronald Moha dan Carol Tanod.
Nah kali ini kami ingin mendengar kisah perjuangan tim medis RSUD ODSK berhasil meloloskan pasien dari ancaman tumor di usus besar (kolon kanan) langsung dari Jeff Lapian.
Operasi penuh risiko itu tidak hanya menjadi pembuktian kesiapan fasilitas rumah sakit, tetapi juga bukti piawainya kolaborasi tim dokter yang dimiliki RS ODSK.
Jeff Lapian menceritakan peristiwa itu bermula saat seorang pasien pria datang dengan keluhan benjolan di perut sebelah kanan.
Awalnya terasa biasa, namun perlahan benjolan itu membesar dan terus memicu rasa nyeri.
Hasil pemindaian CT Scan memperlihatkan gumpalan massa berukuran sekitar 10 hingga 15 sentimeter yang melekat rapat di saluran cerna.
"Jujur, pada awalnya kami sempat ragu karena ukuran tumornya cukup besar dan letaknya kompleks," ungkap Jeff Lapian mengingat momen pra-operasi.
Setelah melakukan analisa dan komunikasi dengan para dokter serta pasien, diputuskan kemudian untuk melakukan operasi.
Tim operasi terdiri 9 orang. Dipimpin dr. Marven Ayawaila, Sp.B. Bergabung dr. Jeff Lapian SpB, dokter anestesi dr. Barry Kambe, Sp.An., dan beberapa dokter ahli dan perawat.
Proses pembebasan tumor berlangsung menegangkan. Tumor ternyata sudah melekat kuat pada jaringan usus halus.
Satu kesalahan kecil saat memisahkan jaringan bisa mencederai organ vital pasien.
Makanya tim medis harus mengikat pembuluh-pembuluh darah besar agar perdarahan dapat ditekan seminimal mungkin.
Setelah pertarungan penuh konsentrasi selama 3,5 jam, tumor berhasil diangkat dan pemotongan serta penyambungan usus sukses dilakukan.
Kini, pasien telah melewati masa kritis di ICU dan dipindahkan ke ruang rawat inap biasa dalam kondisi sadar penuh tanpa bantuan alat respirasi.
Menurut alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, keberhasilan operasi tonggak sejarah itu tak lepas dari kesiapan fasilitas diagnostik di RSUD ODSK.
Salah satu kunci utamanya adalah keberadaan alat Kolonoskopi.
"Kolonoskopi ini gold standard. Kita seperti meneropong langsung ke dalam usus untuk melihat letak pasti tumor, tingkat penyebarannya, sekaligus mengambil sampel jaringan (biopsi) sebelum tindakan pembedahan dilakukan," jelas dr. Jeff.
Ia menambahkan, ketercukupan fasilitas ini membuat RSUD ODSK kini sejajar dengan rumah sakit rujukan besar lainnya di Sulawesi Utara dalam menangani kasus-kasus bedah tingkat lanjut.
Pencapaian ini menjadi batu pijakan baru bagi RSUD ODSK.
Ke depan, rumah sakit tipe B bersiap mengembangkan unit pelayanan kemoterapi pasca-operasi untuk pasien kanker.
Katanya, dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus serta Direktur RSUD ODSK dr. David Golibu, M.M.R.S., menjadi bahan bakar utama bagi jajaran medis untuk terus meningkatkan standar layanan kesehatan masyarakat Sulut.
Pencegahan
Di akhir perbincangan, dr. Jeff menyelipkan pesan penting bagi masyarakat luas.
Penyakit tumor atau kanker usus kini tak lagi hanya mengintai usia lanjut katanya. Tapi juga makin sering ditemukan pada usia muda akibat pergeseran gaya hidup dan konsumsi junk food.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami tanda-tanda bahaya. Misal buang air besar bercampur darah segar atau berwarna gelap.
Timbul benjolan tidak wajar yang disertai nyeri atau berat badan merosot drastis tanpa sebab yang jelas serta penurunan nafsu makan.
Menurutnya, deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat diperiksakan, semakin tinggi peluang penanganan pencegahan sebelum kondisi memberat.
Lebih 30 menit saya mengorek cerita dari Jeff Lapian yang tenang dan runtut menjawab setiap pertanyaan.
Saat hendak pamit, terlihat asap hitam di langit timur dari tempat kami duduk.
Saat tiba di kantor, barulah kami tahu ternyata asap hitam tadi bersumber dari kebakaran yang melanda pemukiman warga. Total 9 rumah terbakar.
Lokasinya dekat Kompleks Asrama Polisi (Aspol) Pakowa, Kelurahan Karombasan, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Tak ada korban jiwa. Penyebab diduga arus pendek. (JM)


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar