LMND dan KAMMI Sulsel Kecam Mahasiswa Demo Bayaran

Laporan: Jumadi Mappanganro. jum_tribun@yahoo.com

Makassar, Tribun - Kecaman terhadap demo bayaran/order yang dilakukan sejumlah kelompok mahasiswa di Makassar tidak hanya datang dari petinggi perguruan tinggi.

Sejumlah organ mahasiswa lainnya juga dengan terang-terangan mengecam ulah beberapa kelompok mahasiswa bayaran yang diakui memang sudah marak di kota daeng ini.

Beberapa organ mahasiswa yang terang-terangan mengecam tersebut di antaranya Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Makassar dan Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi (AMPD) Makassar.

Selain itu juga turut mengecam di antaranya Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Universitas Hasanuddin, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMMI), dan Partai Persatuan Nasional (Papernas) Sulawesi Selatan.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Publik "Meneropong Masa Depan Gerakan Mahasiswa" yang digelar LMND Esekutif Kota Makassar di Kafe Bibliholic, Jl Perintis Kemerdekaan Km 10, Tamalanrea, Makassar, Kamis (27/3) siang tadi.

"Kita memang tahu sejak lama bahwa tak sedikit kelompok mahasiswa telah menggadaikan idealisme mahasiswanya dengan berunjukrasa karena dibayar atau karena jengkel tak mendapat dana dari obyek atau sasaran demo," ungkap Ketua LMND Kota Makassar Babra Kamal.

Pernyataan Babrakamal yang juga mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin itu juga didukung Ketua Papernas Sulawesi Selatan Muhammad Anshar dan Ketua KAMMI Sulsel Ahmadi.

"Terus terang ulah demo teman-teman mahasiswa yang disinyalir karena kepentingan bisnis itu telah mencederai sekaligus merusak citra organ pergerakan mahasiswa lainnya," ujar Anshar yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

Padahal, kata mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulsel itu mengakui masih banyak organ mahasiswa di Makassar yang demo karena memang murni memperjuangkan nasib rakyat. (*)


(Sumber: www.tribun-timur.com, Kamis, 27-03-2008)

Komentar