Tak Sangka Terima OMS Award


KAMIS sore, 19 Agustus 2010. Saya menghadiri acara pemberian penghargaan berupa OMS Award untuk Media dan Jurnalis yang diberikan Forum Masyarakat Pemantau Media Sulawesi Selatan (ForMedia) bekerja sama dengan JURnaL Celebes dan Yayasan Tifa. ForMedia adalah forum yang menghimpun perwakilan 18 organisasi pemberdayaan warga sipil di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang peduli dengan penegakan etika media massa dan jurnalis.

Ke-18 OMS itu di antaranya adalah JURnal Celebes, Elsim, Wanua (Sidrap), Sahabat Masyarakat Sulawesi (SMS), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulsel, KPAjavascript:void(0) Wilayah Sulsel. Selain itu ada juga LP2EM (Parepare), LKPMP, Wallacea (Palopo), A- GAUK, LBH Makassar, Pokja Tata Ruang Sulsel, LBH Apik, ANBTI, KNPI (Parepare), People Care (Parepare), dan Muliadi Mau (akademisi).

Sedangkan OMS adalah singkatan dari organisasi masyarakat sipil. Nama lain dari lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pemberian penghargaan tersebut berlangsung di Restoran Gogohe, Jl Boulevard, Panakkukang, Makassar. Tanpa diduga sebelumnya, ternyata nama saya dipanggil untuk menerima salah satu penghargaan kategori Inspiring Journalist.

Pada kategori ini, tiga jurnalis dari surat kabar harian berbeda lainnya juga menerima penghargaan yang sama. Ketiga jurnalis itu adalah Andi Ikhsan Pasinringi dari Seputar Indonesia, Arsan Fitri dari Berita Kota Makassa (BKM)r, dan Sumarlin dari ParePos.

Inspiring Journalist adalah penghargaan untuk jurnalis pilihan ForMedia yang dinilai memiliki kepedulian pada isu lingkungan, perempuan, kehadiran pada kegiatan-kegiatan OMS, keaktifan memberikan masukan, memberi ruang dan upaya memberitakan isu lingkungan, tata ruang, dan perempuan di medianya.

Menerima penghargaan tersebut, tentu saya merasa sangat bahagia. Apalagi penghargaan dari ForMedia ini merupakan yang pertama dilakukannya. Maklum, forum ini terbentuk awal 2010 lalu.

Lingkungan dan Perempuan

Selain memberi penghargaan untuk kategori Inspiring Journalist, pada kesempatan itu ForMedia juga memberi penghargaan untuk kategori, pertama: media yang memberi perhatian pada isu lingkungan dan tata ruang. Kedua, media yang memberi perhatian pada isu perempuan. Ketiga, media dengan pelanggaran etika jurnalistik paling sedikit.

Keempat, jurnalis yang aktif menulis isu tata ruang dan lingkungan hidup. Kelima, jurnalis yang aktif menulis isu perempuan dan asusilatiga.

Koordinator ForMedia, Muliadi Mau, mengatakan, pemberian penghargaan itu berdasarkan hasil pemantauan tujuh media cetak harian di Sulawesi Selatan yakni Tribun Timur, Fajar, Berita Kota Makassar, Seputar Indonesia, Ujungpandang Ekspres, Parepos, dan Palopo Pos.

"Penilaian ini berlangsung enam bulan terakhir. Metode penelitian menggunakan analisys content," ujar Muliadi yang juga dosen Ilmu Komunikasi Unhas ini saat memberi sambutan.

Sementara itu, menurut Direktur JURnaL Celebes Mustam Arif, pemberian penghargaan tersebut dimaksudkan untuk mendorong media massa lebih profesional, kritis, dan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistim serta lebih peduli lagi dengan isu-isu lingkungan, tata ruang, dan isu perempuan.

Pemberian penghargaan tersebut dihadiri sejumlah akademisi, aktivis OMS se-Sulawesi selatan, perwakilan media massa, dan jurnalis. Di antaranya hadir Direktur Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulsel Zohra A Baso dan mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel Aswar Hasan.

Turut hadir Kepala Biro Kompas Indonesia Timur Nasrullah Nara, Wakil Ketua PJI Sulsel Mukhramal Aziz, Mustawa Nur dari BKM, HL Arumahi dari Ombudsman Makassar, dan beberapa lainnya.

Pemberian penghargaan tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Namun sebelum buka puasa, acara tersebut juga diisi dengan pembacaan puisi serta pentas seni yang dilakukan anak-anak pemulung dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar.

Akhirnya, semoga penghargaan yang penulis terima tersebut bermanfaat bagi orang banyak. Semoga pula makin memotivasi penulis untuk lebih profesional dan peduli pada isu-isu lingkungan, tata ruang, perempuan, dan perihal layanan publik melalui karya jurnalistik. Amin. (jumadi mappanganro)

Makassar, 19 Agustus 2010
Catatan: Tulisan di atas juga saya posting di www.kompasiana.com

Komentar