Yacouba Sawadogo, Sang Pahlawan Lingkungan

BERKULIT hitam. Ke mana saja, selalu mengenakan jubah dan songkok. Petani ini adalah muslim yang buta huruf. 

Namun berkat keuletan dan kegigihannya, ia telah mengubah lahan tandus menjadi tanah pertanian yang subur di tanah kelahirannya: Burkina Faso, Afrika Barat. Namanya Yacouba Sawadogo. 

Yacouba Sawadogo. Sumber foto: http://goo.gl/euKQ5Q

Wilayah yang telah dihijaukan Yacouba adalah daerah semi-kering antara Gurun Sahara di utara dan tropis savana lebih jauh ke selatan. Wilayah ini secara berkala menderita kekeringan. Kekeringan utama terjadi pada tahun 1970-an. Kala itu mengakibatkan kelaparan yang menewaskan orang dalam jumlah besar.

Salah satu efek dari kekeringan itu adalah penggurunan luas. Kondisi lahan yang kritis itu membuat penduduk setempat krisis pangan. Kondisi itu membuat Yacouba terpanggil berbuat. Pada 1980-an, ia pun memulai melakukan konservasi lahan. 

Menggunakan teknik pertanian tradisional yang sangat sederhana yang disebutnya sebagai zai: berupa pembuatan sejumlah lubang di lahan kering. 


Yacouba membuat zai. Sumber foto http://goo.gl/t4963e

Lalu pada lubang-lubang tersebut diberikan pupuk kandang. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan unsur hara yang sangat penting untuk menyuburkan tanah. 

Lubang-lubang ini juga dimaksudkan untuk menampung air dan lumpur saat hujan. Juga berfungsi memberikan lebih banyak waktu untuk meresapkan air ke dalam bumi. 

Akumulasi lumpur yang tertampung di lubang-lubang tersebut juga menyediakan tempat yang relatif subur bagi bibit tanaman lokal untuk tumbuh. Tanaman memperlambat air lebih jauh. Pada gilirannya akar tanaman itu berfungsi memecah tanah yang dipadatkan, sehingga membuat lebih mudah lagi untuk menampung air.

Yacouba_sumber foto: youtube

Awalnya, tak sedikit orang yang menuding Yacouba sebagai orang gila saat membuat zai. Karena mereka mengangga usaha Yacouba sebagai kerja sia-sia. Tak akan berhasil. 

Namun berkat kesabaran, keuletan serta pantang menyerah, perlahan usaha Yacouba membuahkan hasil. Lahan kritis di kampungnya perlahan menjadi hijau.Tak sedikit warga setempat pun akhirnya terpanggil untuk membantu Yacouba melakukan konservasi lahan. 


Setelah lebih 25 tahun sukses melakukan konservasi lahan di kampung halamannya, usaha Yacouba pun mendapat perhatian dunia. Ia pun kerap diundang untuk berbagai pengalaman di Amerika dan Eropa. Ia kini mendapat julukan sebagai pahlawan lingkungan.

Sepenggal kisah tentang Yacouba itu saya nonton di National Geographic serial The Man Who Stopped The Desert. 





Saya menontonnya sepulang dari kantor, malam 8 Agustus 2015 lalu. Saat itu, istri dan tiga putra kami sudah tertidur lelap. Maklum, jam sudah lewat pukul 22.00 wita. (jumadi mappanganro)

Lontara Residence, 15 Agustus 2015


= = =

Komentar

  1. Informasi bhw beliau seorang muslim dpt darimana Pak? Kebetulan sy jg tertarik dg gaya busana beliau, tp masih bertanya2 apakah itu memang gaya busana setempat atau krn beliau mmg sdh pernah berhajji
    Terimakasih tulisannya

    BalasHapus

Posting Komentar