Ke Chengdu di China, Tengoklah Wuhou Temple



TAK lengkap rasanya jika ke Chengdu (baca: Chen Tu), belum berkunjung ke Wuhou Temple (Kuil Wuhou).

Kuil ini terletak di pinggiran selatan Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China. Tak sampai sejam naik bus dari Bandara Internasional Chengdu Shuangliu ke kuil ini.

Berada di kuil ini, ibarat kita melihat masa kekaisaran China ratusan tahun lalu. Menurut sejumlah literatur tentang kuil ini menyebut Wuhou Temple dibangun pada masa dinasti Qing pada tahun 1672.

Katanya dibangun untuk mengenang Zhuge Liang yang bergelar Wuxiang Hou. Makanya kuil ini pun dikenal sebagai Memorial Temple Wuhou.


Zhuge Liang hidup dari 181 sampai 234 Masehi. Ia seorang menteri yang terkenal karena strategi militernya pada masa kekuasaan Kaisar Liu Bei (161-223 M).

Pada 220-280 Masehi, ada tiga kerajaan besar di China yang terlibat perang saling menaklukkan yakni Kerajaan Wu, Wei dan Shu.

“Chengdu kuno dulunya di bawah kekuasaan kerajaan Shu,” cerita Lui (32), pemandu kami, saat rombongan SilkAir Fam Trip to China mampir di Temple Wuhou, Minggu (17/4/2016) siang.

Kuil yang selalu ramai dikunjungi ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.30 waktu setempat.


Ke kuil yang dibangun dengan arsitektur khas China tempo dulu ini, setiap wisatawan dikenakan tarif masuk senilai 60 Yuan atau setara Rp 120 ribu per orang.

Di kuil yang luasnya sekira 37.000 meter persegi ini juga ditumbuhi banyak pohon cemara. Jadi sangat teduh.

Apalagi suhu udara di Chendu memang termasuk dingin. Maklum kota ini berada di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di dalam kuil ini kita bisa menjumpai puluhan patung yang didedikasikan untuk mengenang Kaisar Shu Liu Bei dan para menterinya. Satu di antaranya,  Zhuge Liang.


Tempat belanja
Sisi lain yang menarik dari tempat ini karena di bagian luar tembok kuil terdapat pusat belanja souvenir dan kuliner khas China.

Terdiri puluhan kios berarsitektur khas China tempo dulu. Didominasi bangunan satu lantai berukuran kecil. Rata-rata seluas dua kali tiga meter persegi. Ada juga beberapa kios berlantai dua.

Di depan kios-kios ini terdapat tempat duduk yang bisa ditempati sembari menikmati kuliner yang dijual di tempat ini.


Kios-kios ini berderet di sepanjang jalan setapak yang lebarnya hanya sekitar dua meter. Di beberapa kios ini terdengar alunan musik China.

Menyusuri lorong-lorong pusat belanja souvenir dan kuliner tradisional khas China ini, hanya boleh berjalan kaki. Dilarang masuk kendaraan. Meskipun sepeda biasa atau sepeda motor.

Berada di tempat ini, serasa berada di pasar tradisional rakyat China era ratusan tahun lampau. Harga jajanannya pun relatif murah dibanding pusat belanja lainnya di Chengdu.



Makanya para wisatawan selalu membeli ole-ole di tempat ini. Juga menikmati kuliner khas China yang harganya mulai 5 Yuan atau setara Rp 10 ribu.

Di tempat ini, saya tak melihat pengemis atau pengamen yang berkeliaran mendatangi para wisatawan.

Mungkin beberapa alasan itulah yang membuat Temple Wuhou menjadi salah satu destinasi favorit para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Termasuk asal Indonesia. (jumadi mappanganro)

CHENGDU, 17 April 2016 











Komentar