Ini 9 Mitos Villa Yuliana di Soppeng


SUDAH lama saya mendengar cerita tentang Villa Yuliana yang menjadi salah satu landmark Watansoppeng, ibu kota Kabupaten Soppeng.

Tapi barulah pada Sabtu pagi, 11 Februari 2017, saya akhirnya bisa menjejakkan kaki di villa ini.

Jaraknya sekira 155 km dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Butuh  sekira 4-5 jam naik mobil dari Makassar ke Villa Yuliana.

Bangunan villa ini mengadopsi model rumah masyarakat Eropa dan Bugis-Makassar. Didominasi cat putih kombinasi hijau.

Villa Yuliana saat diabadikan 11 Februari 2017

Dibangun di daerah ketinggian. Makanya oleh masyarakat setempat kerap menyebutnya Mes Tinggi.

Lokasinya berdekatan pula dengan rumah jabatan Bupati Soppeng. Juga berdekatan Masjid Agung Watasoppeng. Hanya dibatasi ruas jalan.

Di depan Villa Yuliana juga terdapat peninggalan Rumah Raja Soppeng. Tapi letak Villa Yuliana lebih tinggi dari Rumah Raja Soppeng.

Usia villa ini sudah lebih 1 abad. Tepatnya 101 tahun. Dibangun Pemerintahan Hindia Belanda pada 1905. Rampung dikerjakan 1906. Saat itu Gubernur Pemerintahan Hindia Belanda dijabat CA Kroesen.

Nah karena bangunan tua, mungkin tertua di Watansoppeng, akhirnya banyak mitos tentang Villa Yuliana.


Kadis Kominfo Soppeng Fithratuddin dan Kasi Pengelolaan Informasi Kominfo Edi Ahrisal yang menemani kami berkunjung di Villa Yuliana pagi itu juga menceritakan tentang mitos tersebut.

Berikut 9 mitos tentang Villa Yuliana yang kini bernama Museum Daerah Lattemamala itu:

1. Di villa ini tak jarang orang mendengar suara derap langkah serdadu Kompeni Belanda. Biasanya terdengar pada malam hari.

2. Kadang terlihat perempuan berjubah putih memunculkan dirinya di jendela villa ini.

“Saya pernah melihatnya pada malam hari,” kata Edi Ahrizal yang kala itu katanya masih bertugas sebagai tim pemadam kebakaran.

3. Lampu pijar yang tergantung di plafon villa kadang berputar bak kipas angin. Kondisi itu terjadi manakala ada pengunjung yang terlalu ribut atau banyak tingkah saat berada di dalam villa ini.

“Itu pertanda penghuninya marah,” tutur Fithratuddin.

Tampak samping kiri dan belakang Villa Yuliana

4. Bagi pria dewasa jangan coba-coba berada di dalam villa ini saat waktu salat Jumat. Pasalnya pernah ada pengunjung villa ini yang tiba-tiba kepalanya dijepit kursi.

Rupanya pria dewasa itu tidak jumatan saat waktu salat Jumat.

5. Sudah sering pintu kamar atau ruangan di dalam villa ini terkunci dari dalam. Padahal tak ada orang terlihat di dalam kamar tersebut.

Kadang juga tiba-tiba terkunci dari luar, padahal orang baru saja masuk ruangan. Tak terlihat siapa orang yang mengunci.

6. Tidur di kamar lantai dua villa ini pada malam hari, kadang saat bangun sudah berada di halaman depan lantai satu.

7. Kaki pengunjung bisa tiba-tiba terpelintir jika banyak tingkah saat berada di dalam villa.

Bangunan di belakang Villa Yuliana
8. Suara orang mandi kadang terdengar dari dalam. Padahal saat itu kamar mandi lagi kosong.

9. Bagi pasangan muda-mudi ke tempat ini pada malam hari kadang merasakan ada seseorang yang memegang tangannya. Padahal tak terlihat siapa yang memegangnya.

Menurut Fathruddin, namanya saja mitos, boleh percaya. Tidak juga silakan.

“Yang pasti tempat ini telah menjadi kebanggaan masyarakat Soppeng. Belum lengkap rasanya ke Soppeng jika tak menyempatkan ke Villa Yuliana,”  tuturnya. (JM)

Paps'q Coffee, Makassar, 14 Februari 2017





Komentar