Menikmati Ikan Bakar di Tepi Bendungan Bilibili



MAKAN ikan bakar sembari menikmati pemandangan bendungan yang luas, tentu punya sensasi tersendiri.

Itulah yang kami rasakan saat berkunjung ke Taman Wisata Kuliner Sehat Lesehan Bendungan Bilibili, Sabtu 22 April 2017 lalu.

Di tempat ini, warung-warung makan berdiri tepat di sisi Bendungan Bilibili. Menu andalannya: ikan nila bakar/goreng.


Tersedia juga ikan air tawar lainnya seperti bandeng, ikan mas, ikan lele hingga ikan patin. Mau ayam bakar/goreng pun ada.

Agar lebih nikmat makan ikannya, jangan lupa pesan sambal ulek, irisan mangga muda segar dan tumis kangkung bumbu sebagai pelengkapnya.

Tentu saja dengan nasi putih hangat. Harganya? Minimal Rp 50 ribu per paket.


Lalu sebagai pelepas dahaga,  tersedia aneka minuman. Tapi paling laris dipesan di sini adalah jus kelapa muda dengan pemanis gula merah.

Ada juga jus kelapa muda dengan pemanis sirup DHT. Harganya Rp 15 ribu segelas.

Sambil menunggu pesanan, kita bisa memancing dari warung yang ditempati makan.

Kalau mau lebih seru, kita bisa ke tengah bendungan. Bukan berenang. Tapi menggunakan perahu sewa yang juga tersedia di kawasan ini. Tarifnya Rp 20 ribu per orang.


Lokasi
Taman Wisata Kuliner Sehat Lesehan Bendungan Bilibili terletak di Desa Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Jika kita bepergian dari Makassar ke Malino, tempat ini dilewati.

Kalau dari Lapangan Karebosi (titik nol Kota Makassar) ke tempat ini berjarak kurang lebih 33 km. Waktu tempuh dengan kendaraan bermotor sekira 1 jam.


Untuk masuk di kawasan ini, setiap pengunjung dikenakan biaya Rp 3.000 per orang. Dibayar kepada petugas yang selalu siaga di gerbang masuk.

Sayangnya, petugas yang menarik biaya masuk ini 'pelit' senyum kepada pengunjung yang datang.

Di tempat ini memang tersedia toilet. Tapi masih kurang bersih. Padahal untuk menggunakan toilet di tempat ini dikenakan biaya Rp 2.000 per orang.

Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa perlu membenahi hal ini: menempatkan petugas di area wisata yang bisa murah senyum. Juga menyediakan musallah dan toilet yang bersih.


Bendungan Bilibili 
Bendungan terbesar di Sulawesi Selatan ini diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 1999.

Bendungan dengan waduk 40.428 hektare ini dibangun dengan dana pinjaman luar negeri senilai Rp 780 miliar kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Bendungan Bilibili ini menjadi sumber air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gowa dan Makassar. (jumadi mappanganro)


Warkop Anggun, Gowa, 2 Mei 2017

Komentar