Taman Arkeologi Leang-Leang Maros




SABAN pulang ke Makassar, anak-anak kami selalu meminta diajak jalan-jalan. Apalagi saat hari libur. 

Mereka paling suka diajak ke destinasi wisata alam.

Kali ini kami memilih ke Taman Arkeologi Leang-Leang di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ketika itu Kamis 25 Desember 2025.

Tempat yang kami kunjungi ini adalah salah satu situs prasejarah. Berada di dalam kawasan karst Maros-Pangkep.

Lokasinya berjarak sekira 28 km dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kalau dari rumah kami, kurang lebih 50 kilometer. Bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor 1,5 jam.


Yang menarik di tempat ini adalah pemandangan karstnya. Areanya dikelilingi oleh halaman rumput hijau yang luas dengan formasi tebing dan batuan karst hitam yang megah dan menjulang.

Lokasi wisata prasejarah ini menyimpan bukti kehidupan manusia purba dari puluhan ribu tahun lalu.

Bukti dimaksud di antaranya terdapat dua goa utama yang terkenal. Karena di dalam goa ini pengunjung bisa melihat lukisan cap telapak tangan manusia purba di dinding goa di kawasan ini.

Di dekatnya juga ada gambar babi rusa berwarna merah yang diperkirakan berusia lebih dari 40.000 tahun.

Pengunjung disarankan membawa makanan dan minuman sebelum masuk taman. Karena berkeliling di taman ini lumayan menguras tenaga.

Lagi pula tak ada makan minum dijual di dalam arena wisata ini. Tempat ini juga disediakan fasilitas musala dan museum. (*)





Komentar